Sabtu, 10 November 2012

Hilangkan Budaya ’’Ngaret’’ untuk Raih Kemajuan

Suara Mahasiswa
Hilangkan Budaya ’’Ngaret’’ untuk Raih Kemajuan



NGARET atau tidak on time sudah menjadi budaya di Indonesia. Itu terjadi pada kebanyakan perkantoran 
dan perusahaan di Indonesia. Budaya tidak on time ini sering meresahkan masyarakat banyak, termasuk kalangan pegawai dan mahasiswa. Jadwal yang sudah tertulis tidak jarang hanya menjadi pajangan belaka. Kenyataannya tidak sesuai jadwal dan harapan, sehingga banyak mengecewakan. Selain di kampus, budaya ngaret banyak juga dijumpai di berbagai acara dan perkantoran. Budaya ngaret seakan sudah mendarah daging. Jarang sekali ditemui acara yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang disusun sebelumnya Sangat berbeda dengan di
Barat (Eropa). Masyarakat sangat menghargai ketepatan waktu. Mereka menganggap waktu adalah uang yang sangat berharga. Dari sana mereka bercermin bahwa tidak baik membuang-buang waktu, karena waktu sangat berharga dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Itulah salah satunya yang membuat masyarakat Barat makin maju dan disiplin. Salah satu penyebab dari budaya tidak on time ini adalah rasa bosan, malas, dan suka menunda-nunda. Makadari itu, mari kita benahi diri. Berawal dari diri kita, kita hilangkan budaya ngaret atau kebiasaan tidak on time. Kita sebagai tunas bangsa dan generasi muda harus berjiwa optimis, disiplin, dan berpikiran maju
sehingga apa yang menjadi harapan akan selalu terlaksana.


I Made Cahya Buana
Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ilmu
Sosial Universitas Pendidikan Ganesha

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons